Iklan

https://www.prigelnews.com/html

Kepala Desa Karangpawitan, di Duga Meminta Jatah Uang dan HOK Kepada Subkontrak Proyek

Jumat, 03 September 2021, September 03, 2021 WIB Last Updated 2021-09-03T15:45:55Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Prigelnews.com, PangandaranPada situasi saat ini sedang diberantasnya pungli di negara kesatuan republik Indonesia. Mau dengan dalih apapun itu semua tidak dibenarkan oleh pemerintah Indonesia, namun sangat disayangkan ini terjadi di Desa Karangpawitan, kecamatan Padaherang kabupaten Pangandaran Jawa barat, Jum'at 03/09/2021.

Menurut penelurusan kami dilapangan dan dari beberapa sumber mengatakan, bahwa kepala Desa Karangpawitan saudara Saryono meminta jatah uang dan HOK kepada subkontrak pada pekerjaan proyek peningkatan kualitas jalan Maruyungsari- Harjaresik yang di kerjakan oleh CV.CIPTA MEGAH UTAMA di Desa Karangpawitan tersebut.

Dan menurut nara sumber kami yang tidak mau disebutkan namanya, beliau mengatakan memang benar begitu kepada kami beliau (red) kepala Desa meminta jatah untuk selalu dimasukan daftar sebagai buruh harian agar mendapatkan HOK di pekerjaan proyek peningkatan kualitas jalan di Desa nya yang sedang tahap pengerjaan. Bahkan menurut narasumber yang lain yang sama tidak mau disebutkan namanya  mengatakan, di pekerjaan proyek pembangunan yang lain seperti proyek irigasi meminta jatah uang padahal proyeknya pun belum dilaksanankan sama sekali, ungkapnya. 

Bahkan untuk pengawasan pekerjaan tersebut beliau sebagai kepala Desa selalu hadir dilapangan setiap harinya, kadang meninggalkan kantornya hanya untuk mengawasi pekerjaan proyek tersebut, disini berbanding terbalik dengan tugas dan fungsi kepala Desa yang harus melayani warga masyarakat desa yang membutuhkan beliau dalam melayani warga masyarakat, menurut perangkat desa seperti ketua RT mengeluhkan dengan kinerja beliau, yang selalu berada diluar kantor di waktu jam kerja .

Pada pagi ini hari Jum'at kami dari media pun mencoba bertemu dengan beliau namun tidak ada di kantor, ketika di konfirmasi lewat pesan WhatsApp pada jam 9.45 wib beliau mengatakan sedang melayani warganya di rumahnya perihal pengukuran tanah sawah. Kami dari jurnalis meminta ijin untuk bisa bertemu, dan beliau menyanggupi sesudah sholat Jum'at katanya untuk bertemu .

Alhamdulillah sesudah sholat Jum'at kami bisa bertemu di kantor desa, kami menanyakan perihal meminta jatah  HOK kepada subkontrak itu benar apa tidak, beliau mengatakan," itu semua tidak benar, saya sebagai kepala Desa Karangpawitan harus mengawasi pekerjaan proyek tersebut agar baik hasilnya," sanggahnya .

Lanjut Saryono lagi bahwa saya itu hanya sebagai pengawas di pekerjaan proyek tersebut, apabila ada yang memberi ya saya terima, tapi saya tidak meminta jatah uang dan HOK kepada subkontrak di proyek ini, dan ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai kepala Desa, untuk mengawasi agar pekerjaan nya baik , bahkan saya pun ikut membantu  dalam dana talang di pekerjaan proyek tersebut," jelasnya lagi.

" Mungkin ada yang tidak suka kepada saya sebagai kepala desa yang selalu mengawasi dalam menjalankan pekerjaan proyek tersebut" ungkapnya.

Disini jelas apabila memang terbukti bahwa kepala desa meminta jatah uang dan HOK kepada pelaksana proyek atau pun kepada subkontrak itu sudah melanggar aturan perundangan yang berlaku  pasal 423 KHUP  yaitu pegawai pemerintah atau pun pejabat negara menyalah gunakan kekuasaannya untuk keuntungan pribadi dan orang lain, secara sah melawan hukum, meminta atau memotong sejumlah pembayaran uang yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara kita,dengan hukuman selama lamanya  enam tahun penjara.

(***/Askel)


Komentar

Tampilkan

Terkini