Iklan

https://www.prigelnews.com/html

Ditangkap Warga, Pelaku Maling Motor di Kecamatan Banyuates Menangis dan Minta Ampun

Selasa, 03 Agustus 2021, Agustus 03, 2021 WIB Last Updated 2021-08-04T06:17:26Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Prigelnews.id, Sampang - Pelaku terduga pencuri sepeda motor berinisial A dan Y menangis dan meminta ampun kepada warga setelah ditangkap di desa batioh kecamatan banyuates, Rabu (4/8/2021).

"Iya pelaku sempat menangis dan meminta ampun ke warga agar tidak itu (menghakimi)," kata seorang warga setempat, di lokasi, rabu.

Gus tamam mengatakan, kedua orang itu sempat Menangis dan minta ampun saat ketangkap oleh warga setempat,warga juga merasa geram dengan aksi pencurian itu. Menurut tamam, aksi warga itu tidak berlebihan, hanya sebatas memberikan pelajaran kepada kedua orang tersebut".

"Tindakan-tindakan (warga) hanya sebatas memberikan pelajaran saja tidak ada yang berlebih. Karena warga sudah gerah, apalagi disituasi Covid-19 semuanya pada susah," ucap Gus tamam kepada media melalui pesan WA.

Menurut keterangan saksi warga setempat salah satu terduga pencuri warga desa pancor,dan awak media konfirmasi ke kepala desa pancor terkait hal tersebut dan beliau membenarkan bahwa inisial A warganya.

"Ya.",ucap kades pancor melalui pesan WA,Rabu (4/8/2021).

Peristiwa pencurian sepeda motor itu terduga pelaku 3 orang,1 ketangkap 2 melarikan diri,menurut keterangan pelaku kewarga setempat.

Warga juga berharap kepada pihak penegak hukum (kepolisian) agar ini diusut sampai tuntas.

"Kami berharap kepada kepolisian ini diusut tuntas sampai keakar-akarnya karena sudah sering kejadian pencurian ini",ungkapnya.

Tambah gus tamam mengatakan, berdasarkan dari keterangan warga setempat lainnya, pelaku kerap melintasi jalan tersebut beberapa waktu sebelum melakukan aksinya, satu pelaku yang tertangkap dan duanya melarikan diri membawa kendaraan korban"

Pelaku telah diserahkan ke Polsek banyuates untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (*)

Komentar

Tampilkan

Terkini