Iklan

https://www.prigelnews.com/html

Sat Reskrim Polres Sumbawa Unit PPA Amankan RMY Terduga Kasus Persetubuhan

Senin, 21 Juni 2021, Juni 21, 2021 WIB Last Updated 2021-06-21T10:19:13Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Prigelnews.com, Sumawa Besar - Kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini menimpa Bunga (bukan nama sebenarnya, red), siswi salah satu SMP di Kota Sumbawa. Gadis berusia 14 tahun ini diduga disetubuhi pamannya sendiri. 

Baca juga : Songsong Sekolah Tatap Muka, SMK KAL-1 Hadirkan Orang Tua Terima Rapot

Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, dugaan persetubuhan ini terjadi di salah satu desa di Kecamatan Unter Iwes. Dugaan persetubuhan ini terjadi, Rabu (9/6) lalu. Saat itu, rumah korban dalam keadaan kosong. Mengetahui kondisi ini, terduga pelaku berinisial RMY (22) langsung mendatangi rumah itu. 

Di dalam rumah, hanya ada korban sendiri. RMY yang merupakan sepupu dari ibu Bunga ini langsung menarik korban ke dalam kamarnya. Saat itulah dugaan persetubuhan ini terjadi. Setelah selesai, RMY langsung meninggalkan rumah korban. 

Baca juga : Puspenerbal Peringati HUT Ke-65 Penerbangan TNI Angkatan Laut

Ternyata, saat RMY keluar dari rumah korban, salah seorang tetangganya melihat hal itu. Saat orang tua korban ada di rumah, tetangganya itu langsung bercerita kepada mereka. Karena curiga, orang tua korban akhirnya bertanya mengenai apa yang terjadi antara korban dan RMY. 

Awalnya, korban tidak berani mengaku. Namun, setelah didesak, akhirnya korban mengaku telah disetubuhi oleh RMY. Karena tidak terima, orang tua korban melaporkan hal ini ke Polres Sumbawa. Laporan tersebut resmi dilayangkan pada Senin (14/6) lalu. 

Baca juga : Atensi Keberadaan Jukir Liar, Polresta Mataram Dorong Pemerintah Berikan Legalitas

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Akmal Novian Reza, SIK yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan itu. Saat ini, pihaknya sudah mengamankan terduga pelaku berinisial RMY. Hasil pemeriksaan sementara, dugaan persetubuhan itu dilakukan sebanyak tiga kali. "Saat ini kami masih melakukan pengembangan dengan memeriksa saksi-saksi," pungkasnya.

(Hms
Komentar

Tampilkan

Terkini