Iklan

https://www.prigelnews.com/html

Ketua (FPII) Indra Jaya Mengutuk Keras : Hukum Seberat - beratnya Pelaku Pembunuhan Wartawan Sumut

Minggu, 20 Juni 2021, Juni 20, 2021 WIB Last Updated 2021-06-20T07:14:08Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

[ Prigelnews.com ] WAY KANAN - Ketua forum pers independent Indonesia (FPII) Indara Jaya Kab. Way Kanan Lampung, mendesak Mabes Polri membentuk tim gabungan untuk memburu pelaku penembakan seorang jurnalis di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Korban bernama Mara Salem Harahap (42 tahun), yang tewas diduga ditembak orang tak dikenal (OTK).

" Tangkap segera pembunuh wartawan  Mara Salem, ini pasti pembunuhan berencana, pelaku harus dihukum mati," kecam Indra Jaya, Minggu 20 Juni 2021.
Baca juga : Danrem 043/Gatam Hadiri Rakor Evaluasi PPKM Mikro di Provinsi Lampung
Indara  menegaskan bahwa pembunuhan terhadap jurnalis adalah kejahatan luar biasa, anti kemanusiaan, dan bisa dikategorikan sebagai kejahatan terhadap negara.

"Itu jelas biadab, kerja - kerja seorang jurnalis sejati merupakan pengabdian tulus kepada kepentingan umat manusia, dan Pers merupakan pilar demokrasi yang sangat menentukan kemajuan suatu bangsa dan negara, artinya membunuh jurnalis merupakan kejahatan terhadap negara, oleh sebab itu negara wajib memberi hukuman berat bagi siapa saja yang mencelakai apalagi membantai jurnalis," Ucap Indra 
Baca juga : DPD KAMPUD Simalungun Dorong Polisi Tangkap Dan Hukum Para Pelaku Penembak Wartawan
Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) kabupaten Way Kanan itu menghimbau awak media di seluruh Indonesia memberi perhatian yang besar atas insiden berdarah yang menimpa insan Pers tersebut, hingga pelaku diproses hukum seberat - beratnya.

" Kita menghimbau seluruh rekan - rekan Pers dan LSM mengawal kasus ini sampai tuntas, hingga pelaku dijebloskan ke penjara dan diberi hukuman berat," pinta Indra 
Baca juga : 1 Juli 2021 Partai UKM Indonesia Buka Pendaftaran Pengurus Kecamatan se Indonesia
Indra Jaya, berharap para jurnalis lebih mengutamakan keselamatannya saat bertugas, terutama ketika berjuang membongkar kasus - kasus besar dan berbahaya dengan resiko tinggi.

" Menjadi seorang wartawan sejati adalah suatu kemuliaan, tapi kawan - kawan juga mesti mengutamakan keselamatan diri ketika bertugas, masyarakat juga kita harap dapat memahami bahwa seorang wartawan bekerja demi kepentingan publik, demi kepentingan kemanusiaan, jadi jangan ada yang halang - halangi apalagi membantainya seperti ini," pungkas  Indara Jaya menutup keterangannya.

Sebelumnya, Harahap dilaporkan tewas tak jauh dari rumahnya, di Desa Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, pada Sabtu dini hari. Korban diduga ditembak orang tak dikenal saat dia berada di dalam mobilnya ( Baim ).
Komentar

Tampilkan

Terkini